| Alun - Alun Bandung, 21/03/2016 |
Rasa nya baru kemarin Aku datang ke
kota Bandung, memang tak terasa sudah hampir dua bulan singgah di kota Bandung.
Waktu yang begitu cepat atau hanya aku yang terpesona akan indahnya kota
Bandung sehingga kerasan untuk tinggal disini. Bagaimanapun juga amatlah pahit
jika kata perpisahan akan menghampiri karena kita masih cinta dan belum
sepenuhnya ikhlas untuk pergi. Namun apalah daya kehidupan harus terus berjalan.
Kita harus punya pilihan, harus berani menentukan sikap terhadap arah dan
tujuan hidup yang kita jalani.
Setiap tempat di sudut kota yang aku singgahi ini
dan setiap jalanan yang aku lewati terekam jelas dalam memori otakku. Bagaimana
bisa aku lupa akan keindahan kota Bandung, Jalan Braga dengan gaya khas
arsitektur ala eropa nya, Jalan Dago dengan ciri khas pohon damar yang
membentang dikanan dan kiri hampir sepanjang ruas jalannya, serta Lembang yang
menyajikan banyak wisata yang menunjukkan keindahan alam Bandung. Mungkin akan
sulit rasa nya jika aku harus menjelaskan lebih rinci lagi tentang kota
Bandung dengan kata – kata yang aku tuliskan.
Rute jalanan di kota Bandung
terbilang amat rumit bagi pemula yang baru menapaki kota Bandung. Banyaknya
ruas jalan searah membuat kita tak bisa sembarang saja untuk lewat sana sini.
Disinilah logika kita harus bermain. Tak masalah bagiku hanya beberapa hari aku
sudah sanggup menghapal beberapa ruas jalanan kota Bandung. Jika dibandingkan
dengan Semarang, rute jalan kota Bandung jelas lebih rumit dan bervariasi. Selain itu hampir disetiap ruas jalan kota
Bandung terdapat pohon yang menambah keindahan dan penyejuk udara sehingga
menambah kenyamanan bagiku sebagai pengendara sepeda motor.
Kota Bandung memiliki berbagai macam
taman yang bervariasi dengan berbagai macam fungsi masing – masing sesuai
dengan namanya. Diantara taman – taman tersebut adalah taman lansia, taman
musik, taman pramuka, dan masih banyak sederet taman lagi yang mungkin belum
bisa kusebutkan satu persatu. Sebagian besar taman – taman tersebut ramai
dikunjungi oleh berbagai pasang muda – mudi apalagi ketika weekend tiba,
tak terkecuali dengan taman lansia yang dikunjungi oleh pasangan muda-mudi.
Tak cukup rasanya jika hanya
dijelaskan dengan tulisan, karena tulisan itu hanya buatan, karena tulisan itu
buah dari pikiran kita dengan proses editing yang sedemikian rupa,
berbeda dengan kata – kata yang spontan kita ucapkan dari dalam hati kita.
Ketika kita telah jatuh hati, begitu saja mulut akan menyampaikan apa yang ada
dalam hati kita dan dikemas dengan sedemikian rupa tanpa kebohongan yang dibuat
– buat. Mungkin Anda akan merasakan hal yang sama dengan apa yang aku rasakan
ketika Anda menapaki tiap jalanan kota Bandung dan tinggal disana untuk
beberapa waktu. Tak bisa kuceritakan disini semuanya, Bandung dengan sejuta
pesonanya yang mungkin akan membuat ku selalu rindu dengannya. Sayounara
Bandung !
ConversionConversion EmoticonEmoticon