| Lembang, Bandung, Jawa Barat |
Senang sekali
rasa nya bisa kembali ke kota ini dengan secercah harapan dan semangat baru
yang membumbung tinggi. Tak banyak berubah sejak kepergianku. Beberapa bangunan
gedung di sekitar tempatku nampak telah menjulang tinggi dan hampir jadi.
Sepulangku dari Bandung, tak banyak aku berkeliling ke kota ini, hanya jalanan
seperti biasa yang tiap hari aku lewati. Nampaknya waktu 2 bulan telah sejenak
meruntuhkan ingatanku akan kota ini ataukah Bandung yang begitu merusak
pikiranku sampai – sampai aku salah lewat jalan biasa untuk sampai ke
angkringan pak gie di jalan Gajah Mada. Ah, mungkin itu hanya aku yang sedikit
kurang berkonsentrasi.
Segudang tugas
menanti untuk diselesaikan oleh seorang yang masih mahasiswa ini. Ya, mahasiswa
tepatnya tingkat akhir. Masalah tersulit yang selalu menghantui mungkin adalah
rasa malas yang entah bagaimana cara nya kita harus bisa melawan dan mengalahkannya,
jangan sampai kita yang dikalahkan olehnya. Membiasakan diri bangun pagi adalah
salah satu solusi dariku untuk melawan rasa malas. Selain itu jangan lupakan gadget
disekitarmu yang membuat rasa malas itu semakin menjadi jika kau tidak menggunakan
sewajarnya maka Ia akan terus menghipnotismu begitu saja untuk berjam – jam
bahkan tak terasa.
“Lulus bukan
sekedar untuk mendapatkan gelar semata, tetapi lebih dari itu melainkan ada
cita – cita besar yang tersimpan untuk kita gapai demi sebuah hidup yang kita
impikan”. Di tanah rantauan inilah menjadi tempatku belajar banyak hal, belajar
apapun yang kita inginkan. Memilih menjadi orang baik atau bajingan pun semua
tersedia disini tergantung dengan siapa kita bergaul. Seperti peribahasa
mengatakan : “ jika kita berteman dengan tukang minyak wangi maka kita pun akan
ikut terbawa aroma wangi nya”. Namun jangan cemaskan itu karena nyatanya masih
banyak orang yang baik ditanah rantau ini, karena Tuhan maha adil sehingga kita
bisa bergaul dan belajar banyak dari nya.
Siapa kita dan
akan menjadi apa kelak itu kita yang akan tentukan. Ya,, memang benar takdir
mungkin sudah tertulis disana, tetapi apa yang harus kita lakukan untuk
mencapainya yaitu dengan usaha, kerja keras dan doa bukannya menyambut takdir
dengan malas – malasan. Bukankah demikian seharusnya apa yang kita lakukan?.
Mengeluh tiada
guna, berbicara banyak sama sekali tak menolongmu mengatasi masalah. Berbicara
terlalu banyak bahkan mungkin bisa menambah masalah karena terlalu banyak kata
– kata yang tak penting ikut keluar karena terbawa suasana. Orang lain mungkin
bisa memaafkan, tetapi rasa sakit akibat luka yang tergores mungkin akan terasa
dan membekas sepanjang hidupnya. Ketika itu terjadi bahkan aku tak bisa
memaafkan diriku sendiri dan terasa sangat menyesal sekali ketika membuat orang
lain terluka akibat untaian kata yang keluar dari mulutku.
Lihatlah keatas
impian itu menjulang tinggi yang kau tancapkan tegak layaknya pohon ini, ingin
melihat keatas tapi terhalang oleh hijau nya dedaunan yang menutupi. Aku tak
pandai memanjat tapi aku punya otak agar dapat kupikirkan bagaimana caranya
agar aku bisa mencapai keatas menatap impianku lebih jelas membuat semuanya
menjadi lebih jelas terbentang.
ConversionConversion EmoticonEmoticon